Apa itu Content Management System (CMS)?

Content Management System atau yang sering disingkat CMS, adalah sebuah software yang memiliki kemampuan untuk membuat, mengedit dan mengorganisir sebuah artikel. Umumnya digunakan untuk keperluan publishing artikel sebuah website secara online.

CMS juga bisa dipakai untuk keperluan yang sifatnya offline. Misalnya untuk menyimpan catatan di komputer pribadi. Selain itu, CMS juga bisa digunakan di lingkup internal perusahaan, semisal digunakan pada jaringan intranet. Atau untuk keperluan administrasi di sekolah.

Dengan menggunakan CMS, Anda bisa membuat sebuah website tanpa harus memahami kode pemograman. Sesuai dengan namanya “content management system“, CMS berfungsi untuk me-manage content-content, sehingga Anda hanya perlu fokus kepada content, tidak kepada kode program.

Fitur Content Management System (CMS)

Fitur Content Management System

Fitur yang ditawarkan oleh sebuah CMS bisa sangat bervariasi. Tapi fungsi intinya adalah sebagai berikut:

1. Membuat dan me-manage content

Ini adalah fungsi dasar dari sebuah content management system. Yaitu Anda bisa membuat content yang diperlukan. Misalnya Anda ingin membuat content berupa artikel untuk sebuah website. Anda cukup mengetikkan artikel Anda pada sebuah kolom yang disediakan. Sama seperti ketika Anda mengetik di word processor.

Artikel-artikel yang Anda tulis tadi juga bisa diorganisir, dikumpulkan dalam satu database. Sehingga memudahkan Anda dalam mengaturnya.

2. Memformat content

Selain membuat artikel, content management system juga menyediakan fungsi memformat artikel sesuai kebutuhan. Misal Anda membutuhkan sebuah artikel yang ada garis tebal, garis miring, diberi warna, ditambahkan gambar, tabel, dll. Semuanya bisa dilakukan pada content management system.

3. Publishing content

Setelah membuat artikel dan memformatnya sesuai kebutuhan, tentunya Anda ingin mempublishnya. Dengan content management system, Anda bisa dengan mudah melakukannya. Dengan satu kali klik saja, artikel yang Anda buat sudah langsung terpublish.

Content management system kemudian akan menampilkan artikel yang Anda publish sesuai dengan theme yang Anda pilih. Secara otomatis artikel Anda diatur tanpa Anda perlu mengedit satu-persatu.

Misal ukuran font untuk judul adalah 40, untuk sub-judul adalah 30, untuk isi artikel adalah 17, dst. Secara otomatis hal itu disesuaikan sesuai theme yang Anda pilih.

4. Merevisi content

Sebuah artikel terkadang perlu direvisi ulang. Misal Anda mendapatkan data baru dan ingin memasukkannya dalam artikel yang sudah Anda publish. Content management system menyediakan fungsi ini.

5. Mencari content ketika dibutuhkan

Artikel yang sudah Anda publish harus bisa dicari dengan mudah. Oke kalau artikel Anda masih berjumlah belasan. Tapi coba bayangkan jika Anda memiliki ratusan bahkan ribuan artikel dan ingin mencari sebuah artikel namun tidak ada fasilitas pencarian. Tentu sangat merepotkan.

Dengan fitur “Search” yang ada pada content management system, maka proses ini akan sangat mudah.

Pencarian ini juga bisa dilakukan dengan spesifik. Misal Anda ingin mencari berdasarkan tanggal atau bulan artikel itu diterbitkan. Atau mencari berdasarkan penulis artikel. Hal ini bisa dilakukan.

Memilih Content Management System (CMS)

Memilih Content Management System

Content Management System yang ada jumlahnya sangat banyak. Lebih dari 200 CMS. Dengan banyaknya pilihan, bagaimana cara kita menentukan CMS yang mau dipakai. Nah, berikut ini beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk memilih content management system (CMS) yang baik.

1. SEO Friendly

Jika CMS yang mau Anda pilih akan digunakan untuk membuat website, pastikan sudah SEO Friendly. Karena hampir 90% pengunjung yang datang ke website Anda berasal dari pencarian Google. Oleh karena itu, memastikan bahwa CMS atau content management system yang kita gunakan sudah SEO friendly adalah hal yang harus dilakukan.

2. Kemudahan informasi dan support

Ketika Anda memutuskan untuk menggunakan sebuah CMS, pastikan CMS tersebut memiliki kemudahan akses informasi dan dukungan. Hal ini penting. Misalnya, ketika Anda mengalami masalah saat melakukan instalasi. Dengan melakukan sedikit pencarian di Google, Anda bisa menemukan banyak informasi penyelesaian masalah terkait hal itu.

Hal ini akan sangat memudahkan Anda. Berbeda halnya jika dukungan informasi terhadap hal itu sangat sedikit. Anda akan merasa kesulitan ketika menemukan suatu masalah. Terutama yang harus ditangani segera.

3. Mendukung level administrasi

Jika content management system (CMS) yang Anda pilih akan digunakan oleh banyak pengguna, Anda membutuhkan beberapa level administrasi. Misal Anda menggunakannya untuk website internal perusahaan. Di dalamnya ada Staff IT, Manager, Kepala Bagian, Seksi Keuangan, dst. Masing-masing perlu diberikan akses level yang berbeda.

Contoh level adminstrasi pada WordPress misalnya: Super Admin, Administrator, Editor, Penulis, Kontributor dan Pelanggan. Beberapa CMS lain menyediakan custom level adminstrasi secara lebih fleksibel.

Namun jika website yang Anda gunakan hanya untuk keperluan pribadi, seperti blog pribadi, membuat level administrasi tidak terlalu penting. Tapi setidaknya, sediakanlah dua level administrasi. Yang pertama sebagai Admin. Yang kedua sebagai Editor untuk keperluan update artikel.

4. Kemudahan instalasi

Saat ini, hampir semua content management system (CMS) bisa diinstal dengan beberapa kali klik saja. Salah satunya melalui fitur Softaculous di Cpanel.

5. Kemudahan panel administrasi

Tidak semua CMS memiliki panel administrasi yang mudah dan tinggal pakai. Beberapa CMS seperti Drupal butuh untuk menginstal beberapa module khusus untuk mendapatkan panel administrasi yang memudahkan Anda. Untuk Anda yang baru mulai mempelajari CMS, hal ini mungkin sedikit membingungkan.

Ada lagi CMS yang memiliki panel administrasi siap pakai seperti WordPress. Sekalipun pengguna baru, Anda bisa segera menyesuaikan dengan lebih cepat.

6. Minimal server requirement

Kebutuhan minimal sebuah server untuk menjalankan CMS juga perlu Anda pertimbangkan. Satu contoh jika Anda ingin membuat website ecommerce menggunakan Magento untuk basis ecommerce, Anda membutuhkan spesifikasi server yang cukup tinggi. Karena Magento diperuntukkan untuk ecommerce skala besar dengan jumlah produk diatas 2500.

Beda halnya jika Anda hanya menginstal Woocommerce dari WordPress. Rata-rata layanan standar yang ditawarkan hosting provider seperti Bluehost atau Niagahoster sudah sangat cukup untuk hal itu.

7. Mendukung pembuatan hirarki content

Yaitu, ada judul, sub judul, sub-sub judul, dst. Pembuatan hirarki ini penting dilakukan, terutama untuk SEO.

8. Mampu mengintegrasikan content dan file

Ketika Anda mempublish sebuah artikel, terkadang diperlukan juga dilampirkan file. Content management system yang baik menyediakan fasilitas ini.

9.Terdapat file Logs

File Logs adalah file yang menyimpan data informasi teknis yang biasanya digunakan untuk menelusuri masalah yang terjadi pada sebuah sistem. Biasanya ini adalah file yang tidak pernah kita lihat. Tapi tetap saja setiap kejadian yang ada pada website atau sistem kita, perlu disimpan dalam sebuah data. Untuk keperluan yang suatu saat akan kita butuhkan.

Yups, demikian penjelasan tentang content management system. Jika ada yang ingin Anda tambahkan, atau ada yang perlu dikoreksi dari penjelasan saya diatas, silakan Anda sampaikan di kolom komentar di bawah ini. Kalau ada yang mau ditanyakan, jangan sungkan juga menuliskannya.

Tinggalkan komentar